Penyaluran Daya Listrik Lebaran Naik, PJB Catat Angka Kualitas Udara Jakarta Membaik

Smartpower Media Jakarta - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mencatat penyaluran daya listrik selama Idulfitri 2020 mencapai 54.492 Megawat hour (MWh) atau meningkat 27 persen dibandingkan dengan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tahun lalu, penyaluran daya listrik saat momentum Idulfitri 2019 sebesar 43.015 MWh. Direktur Utama (Dirut) PT PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan kenaikan penyaluran daya listrik selama Idulfitri 2020 ditunjang oleh tingginya kebutuhan listrik di sejumlah sektor industri termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Tak hanya itu, kebutuhan listrik pelanggan rumah tangga di saat pelaksanaan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga turut menyumbang terhadap kenaikan angka penyaluran daya listrik selama Mei lalu. Menurutnya, pandemi virus corona memberikan tantangan tersendiri bagi perusahaan pembangkit karena harus mendukung beberapa industri masih terus berjalan, seperti listrik untuk usaha kecil dan perumahan yang terus meningkat. “Hal ini pula yang membuat pembangkit listrik milik PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) yang berada di wilayah sekitar Jakarta tetap beroperasi secara maksimal terutama pada saat Idul Fitri di bulan Mei lalu,” kata Iwan Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020). Dengan peningkatan penyaluran daya listrik, Iwan menjelaskan, angka kualitas udara di Jakarta justru mengalami perbaikan. Hal ini ditandai melalui kadar Emisi dan konsentrasi PM10, PM2,5, CO, NO2, SO2 dan O3 selama momentum Idulfitri 2020. Dalam catatan PT PJB, kadar untuk PM2,5 diketahui menurun 28 persen, partikulat (PM10) mengalami penurunan hingga 23 persen, dan CO mencapai 8 persen. Sementara untuk kadar nitrogen dioksida (NO2) diketahui menurun hingga 13 persen, belerang dioksida (SO2) turun 4 persen dan ozon (O3) mencapai 41 persen. Melihat hal ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memasok daya listrik dengan memperhatikan aspek kelestarian alam. Adapun untuk pembangkit-pembangkit PT PJB yang beroperasi di sekitar Jakarta seperti unit-unit di Unit Pembangkit Muara Karang, Unit Pembangkit Muara Tawar, dan Unit Bisnis Jasa Operation & Maintentance Indramayu tetap beroperasi secara maksimal terutama pada saat Idul Fitri di bulan Mei. “Baik ketika Idulfitri atau masa darurat Covid-19, pembangkit PT PJB yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya tetap beroperasi normal dan optimal dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai regulasi dan perizinan,” tambahnya. PJB sendiri tercatat sebagai perusahaan peraih PROPER EMAS pertama di PLN Group. Hal ini didapati karena upaya perseroan menekan emisi gas buang yang ada di pembangkit listriknya. Sebagai contoh, untuk pembangkit di Muara Karang telah menggunakan teknologi DLN (Dry Low NOx Combustor) agar emisi gas buang yang dihasilkan bersifat ramah lingkungan. Untuk pembangkit di Muara Tawar, PT PJB telah menggunakan teknologi EV burner yang dilengkapi dengan NOx water yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga emisi yang dihasilkan lebih rendah. Iwan Agung menambahkan pembangkit di Indramayu pun memanfaatkan Pelet Kayu sebagai salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Inovasi ini dinilai efektif untuk mengurangi sampah serta menangani emisi untuk menjadi lebih ramah lingkungan.

PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mencatat penyaluran daya listrik selama Idul fitri 2020 mencapai 54.492 Megawat hour (MWh) atau meningkat 27 persen dibandingkan dengan penyaluran pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tahun lalu, penyaluran daya listrik saat momentum Idulfitri 2019 sebesar 43.015 MWh. Direktur Utama (Dirut) PT PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan kenaikan penyaluran daya listrik selama Idulfitri 2020 ditunjang oleh tingginya kebutuhan listrik di sejumlah sektor industri termasuk usaha kecil dan menengah (UKM).

Tak hanya itu, kebutuhan listrik pelanggan rumah tangga di saat pelaksanaan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga turut menyumbang terhadap kenaikan angka penyaluran daya listrik selama Mei lalu.

Menurutnya, pandemi virus corona memberikan tantangan tersendiri bagi perusahaan pembangkit karena harus mendukung beberapa industri masih terus berjalan, seperti listrik untuk usaha kecil dan perumahan yang terus meningkat.

“Hal ini pula yang membuat pembangkit listrik milik PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) yang berada di wilayah sekitar Jakarta tetap beroperasi secara maksimal terutama pada saat Idul Fitri di bulan Mei lalu,” kata Iwan Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).

Dengan peningkatan penyaluran daya listrik, Iwan menjelaskan, angka kualitas udara di Jakarta justru mengalami perbaikan. Hal ini ditandai melalui kadar Emisi dan konsentrasi PM10, PM2,5, CO, NO2, SO2 dan O3 selama momentum Idulfitri 2020.

Dalam catatan PT PJB, kadar untuk PM2,5 diketahui menurun 28 persen, partikulat (PM10) mengalami penurunan hingga 23 persen, dan CO mencapai 8 persen. Sementara untuk kadar nitrogen dioksida (NO2) diketahui menurun hingga 13 persen, belerang dioksida (SO2) turun 4 persen dan ozon (O3) mencapai 41 persen.

Melihat hal ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memasok daya listrik dengan memperhatikan aspek kelestarian alam. Adapun untuk pembangkit-pembangkit PT PJB yang beroperasi di sekitar Jakarta seperti unit-unit di Unit Pembangkit Muara Karang, Unit Pembangkit Muara Tawar, dan Unit Bisnis Jasa Operation & Maintentance Indramayu tetap beroperasi secara maksimal terutama pada saat Idul Fitri di bulan Mei.

“Baik ketika Idulfitri atau masa darurat Covid-19, pembangkit PT PJB yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya tetap beroperasi normal dan optimal dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai regulasi dan perizinan,” tambahnya.

PJB sendiri tercatat sebagai perusahaan peraih PROPER EMAS pertama di PLN Group. Hal ini didapati karena upaya perseroan menekan emisi gas buang yang ada di pembangkit listriknya.

Sebagai contoh, untuk pembangkit di Muara Karang telah menggunakan teknologi DLN (Dry Low NOx Combustor) agar emisi gas buang yang dihasilkan bersifat ramah lingkungan. Untuk pembangkit di Muara Tawar, PT PJB telah menggunakan teknologi EV burner yang dilengkapi dengan NOx water yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sehingga emisi yang dihasilkan lebih rendah.

Iwan Agung menambahkan pembangkit di Indramayu pun memanfaatkan Pelet Kayu sebagai salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Inovasi ini dinilai efektif untuk mengurangi sampah serta menangani emisi untuk menjadi lebih ramah lingkungan.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top