Program Tapera, Mulai Dari Syarat Hingga Keuntungan Menjadi Peserta

smartpowermedia berita Indonesia

Peraturan Pemerintah Nomor 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera resmi berlaku. Tapera merupakan kebijakan pemerintah untuk mendorong pemenuhan kebutuhan papan bagi para pekerja dengan sistem upah berdasar UU No. 4 Tahun 2016 dan memenuhi kewajiban konstitusional sesuai Pasal 28H ayat (1) UUD 1945.

Juru Bicara Presiden, M. Fadjroel Rachman, menjelaskan dalam penyelenggaraan Tapera nantinya akan diberikan kemudahan untuk para pekerja dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Fadjroel mengatakan mereka tinggal mengikuti alur tanpa persyaratan yang rumit. Dia mengklaim aspek perlindungan diutamakan dalam Tapera. Salah satunya yaitu memberikan nomor identitas kepada para peserta yang berfungsi sebagai bukti kepesertaan, pencatatan administrasi, Simpanan, dan akses informasi Tapera. Perlindungan juga memberi jaminan atas hak-hak peserta Tapera. “Ini yang menjadi penekanan Presiden Joko Widodo terkait kebijakan Tapera,” jelas Fadjroel.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto, mengatakan melalui BP Tapera pemerintah ingin mempercepat pengadaan rumah bagi masyarakat. Target masyarakat memiliki rumah laik dan mandiri juga ditingkatkan dari tadinya sekitar 56,75 persen menjadi 70 persen tercapai hingga 2024. Berikut sejumlah hal perlu diketahui sebelum resmi menjadi peserta Tapera nanti.

  1. Syarat Peserta Penerima Manfaat

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menyebut sejumlah kriteria atau persyaratan bagi peserta yang ingin memiliki rumah yakni memiliki penghasilan maksimal Rp8 juta dan belum pernah memiliki rumah pribadi.

“Peserta yang memenuhi kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yaitu berpenghasilan maksimal Rp8 juta dan belum memiliki rumah berhak mengajukan manfaat pembiayaan perumahan dengan bunga murah untuk membeli rumah menggunakan skema KPR berdasarkan prioritas yang akan ditetapkan oleh BP Tapera sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam PP Penyelenggaraan Tapera,” ujar Deputi Komisioner BP Tapera Eko Ariantoro.

Selain itu dia juga menambahkan bahwa pembiayaan juga bisa digunakan Peserta untuk membangun rumah di lahan milik sendiri atau melakukan renovasi. “Manfaat pembiayaan ini dapat diajukan oleh Peserta yang memenuhi kriteria setelah satu tahun masa kepesertaan melalui berbagai pilihan bank dan lembaga pembiayaan lainnya. Tapera memberikan fleksibilitas pembiayaan dengan prinsip plafon kredit yang ditetapkan sesuai standar minimum rumah layak huni,” kata Eko.

  1. Nasib Dana Peserta Telah Punya Rumah dan Tak Masuk Kriteria Penerima Manfaat

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menjamin bahwa dana peserta yang telah memiliki rumah akan dikembalikan setelah pensiun dari tempat kerjanya. BP Tapera menyampaikan bahwa pada akhir masa kepesertaan, setiap peserta dapat mengambil simpanan berikut hasil pemupukannya. “Peserta yang sudah memiliki rumah, dananya akan dikembalikan,” ujar Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Eko Ariantoro.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan peserta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah memiliki rumah dapat menikmati fasilitas renovasi dan bahkan bisa memperoleh pembiayaan untuk pembangunan rumah jika sudah memiliki tanah sendiri.

BP Tapera menyampaikan bahwa simpanan Peserta akan dikelola dan diinvestasikan oleh BP Tapera secara transparan bekerjasama dengan KSEI, Bank Kustodian, dan Manajer Investasi. Peserta dapat memantau hasil pengelolaan simpanannya setiap saat melalui berbagai kanal informasi yang disediakan oleh BP Tapera dan KSEI.

  1. Telah Bekerja di Indonesia 6 Bulan, Pekerja Asing Wajib Ikut Program Tapera

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menyatakan, pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta program Tapera dalam 7 tahun ke depan sejak PP Nomor 25/2020 diterbitkan. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh pekerja, termasuk warga negara asing (WNA). “Warga negara asing juga wajib jadi peserta Tapera dengan syarat telah bekerja 6 bulan,” kata Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana BP Tapera, Eko Arianto.

Untuk tahap pertama, BP Tapera disebutnya memang akan berfokus pada PNS anggota Bapertatum-PNS. Rencananya, pelaksanaan program Tapera akan mulai dilaksanakan pada Januari 2021.

  1. Peserta Tapera Bakal Mendapat Bunga KPR 5 Persen

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Adi Setianto, menjelaskan peserta program Tapera yang hendak mencicil rumah akan dikenakan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 5 persen. Menurut dia, jumlah tersebut lebih kecil dibanding program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) yang dikelola BPJamsostek, yakni sekitar 9 persen.

“Karena Tapera ini azasnya gotong royong, kita kelola, diharapkan kita bisa berikan suku bunga yang lebih murah, acuan kita FLPP, which is 5 persen,” jelasnya. Besaran suku bunga KPR tersebut akan dikenakan kepada seluruh peserta Tapera, baik PNS maupun pekerja swasta yang diberi tenggat hingga 2027 untuk mendaftarkan diri dalam program tersebut. “Swasta kan belum masuk di kita, tapi kita dapat arahan dari Kemenaker, nanti bagaimana integrasikan ini dengan BPJamsostek. Jangan sampai ini nanti merugikan penabung,” ujar dia.

  1. Pembiayaan Program Tapera Hanya Untuk Rumah Pertama

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan bahwa tidak semua peserta berhak mendapatkan pembiayaan untuk memperoleh rumah. Peserta yang bisa mendapatkan manfaat pembiayaan perumahan yakni yang belum memiliki atau sedang ingin membeli rumah pertama.

“Manfaat pembiayaan perumahan ini pertama mewujudkan rumah pertama. Fokus kita adalah penyediaan bagi mereka yang belum memiliki rumah pertama,” ungkap dia.

Namun demikian, tidak semua peserta yang ingin memiliki rumah bisa mendapatkan manfaat tersebut. Sebab, syarat lain untuk bisa menerima manfaat pembiayaan yakni harus termasuk dalam golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan upah maksimal Rp8 juta per bulan.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top