Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 18 Juni 2020

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 18 Juni 2020

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidasi pada Kamis (18/6/2020) jelang putusan rapat Bank Indonesia. Pada penutupan perdagangan Rabu (17/6/2020), IHSG ditutup naik 0,03 persen atau 1,32 poin ke level 4.987,77. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 4.968,93 – 5.018,98. Terpantau 193 saham menguat, 212 saham melemah, dan 176 saham stagnan.

Total transaksi mencapai Rp8,57 triliun dengan frekuensi 656.789 kali transaksi. Investor asing net sell Rp757,76 miliar. Adapun, kapitalisasi pasar mencapai Rp5.786,67 triliun.

Penguatan IHSG menjadi terbatas karena saham-saham berkapitalisasi besar justru melemah dan menjadi pemberat laju indeks. Saham-saham ini umumnya berasal dari sektor perbankan.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi emiten yang memberi andil paling besar terhadap penurunan indeks. Emiten bank swasta terbesar Indonesia itu mengalami penurunan harga sebesar 0,69 persen ke Rp28.600 per saham. Investor asing tercatat melakukan jual bersih sebanyak senilai Rp31,73 miliar terhadap BBCA.

Saham-saham perbankan lain, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga menjadi jajaran top laggards IHSG. Keduanya melemah masing-masing 0,96 persen dan 2,09 persen ke level Rp3.100 per saham dan Rp4.920 per saham.

BMRI dan BBRI juga menjadi sasaran utama jual bersih investor pada perdagangan hari ini. Jual bersih asing terhadap BMRI mencapai Rp153,8 miliar, sedangkan BBRI Rp114,6 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji penguatan yang terbatas disebabkan oleh minimnya sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Dia menilai penguatan yang terjadi hari ini lebih disebabkan oleh faktor teknikal.

“Market juga masih khawatir adanya potensi Covid-19 gelombang kedua, memanasnya situasi di Semenanjung Korea, juga hubungan India dan Tiongkok,” katanya, Rabu (17/6/2020). Menurutnya kondisi tersebut menjadi faktor meningkatnya tekanan jual investor asing hingga Rp757,76 miliar.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyampaikan pola gerak IHSG jelang pengumuman data perekonomian terkait suku bunga acuan yang disinyalir belum akan terdapat perubahan terlihat masih berada dalam kondisi pergerakan konsolidasi wajar.

“Sedangkan peluang pelemahan masih cukup besar karena capital outflow yang masih terjadi,” imbuhnya. Namun, kestabilan perekonomian membuat momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek. IHSG diprediksi bergerak di rentang 4.837 – 5.021. Sejumlah saham pilihannya ialah TLKM, AALI, ICBP, EXCL, SCMA, INDF, WTON, WSBP.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi menyampaikan IHSG (4.988) technical rebound dari flip level 4.800, dan kini akan uji resistan 5,100. Ada potensi untuk IHSG tertahan pada level ini, dan berlanjut dalam sideways market. “Untuk hari ini kami menyukai saham TLKM, RALS, INKP, TKIM dengan rating trading buy,” paparnya.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top