Sri Mulyani: Sektor Kesehatan dan Ekonomi Harus Sejalan

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa kesehatan dan ekonomi sama pentingnya dan harus berjalan bersama. Menurutnya, pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah tidak benar.

Sejak Maret 2020, melalui PSBB pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merealokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung. Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa.

Menurut Sri Mulyani, percepatan juga terlihat dari jumlah laboratorium penanganan covid-19 yang bertambah signifikan mulai dari hanya satu laboratorium di Maret, hingga kini telah berjumlah lebih dari 100 laboratorium untuk rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Bagaimana Saya merespons rencana pelonggaran PSBB? Pemerintah bukan tanpa dasar dalam melakukan pelonggaran PSBB. Pemerintah mengikuti standar WHO, yaitu jika angka RT (Reproduksi Efektif) di bawah satu selama 14 hari, maka dapat dilakukan pelonggaran PSBB,” kata dia di laman Instagramnya, Senin, 1 Juni 2020.

Dirinya menambahkan, berdasarkan zonasi terdapat sekitar 220 daerah yang masuk zona hijau atau daerah yang terkena covid-19 sangat sedikit, Rt nol, atau tidak ada perkembangan yang mengkhawatirkan sehingga tidak perlu diatur sebagaimana zona merah.

Dengan mitigasi risiko agar tidak terjadi serangan gelombang kedua maka Pemerintah harus menyiapkan protokol normal baru (new normal). Langkah-langkah dalam membuat protokol kesehatan disiapkan di tempat industri, mal, serta berbagai sarana publik. “Saat ini masing-masing kementerian menyiapkan protokol tersebut. TNI dan Polri juga akan turut terlibat untuk menjamin enforcement dan disiplin pelaksanaan protokol tersebut di ruang publik,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top