Fitur Baru Twitter Bisa Lawan Misinformasi

Fitur Baru Twitter Bisa Lawan Misinformasi Media smartpower

Twitter saat ini sedang menguji fitur baru yang disebut Birdwatch yang dapat mengidentifikasi informasi salah (misinformasi) dan memberikan konteks terhadap suatu cuitan. Dengan fitur ini pengguna Twitter juga bisa menambahkan lebih banyak informasi yang memberikan alasan kenapa informasi pada cuitan itu palsu

Fitur baru ini akan ditempatkan pada tab baru ‘Catatan Birdwatch‘ atau “Birdwatch Notes”. Tab ini akan diletakkan di bilah navigasi yang ada di samping Twitter. Dalam bilah navigasi itu juga terdapat sederet fitur lain yang sudah ada seperti Daftar, Topik, Penanda, dan Momen. Dengan mengklik tab Catatan Birdwatch, pengguna juga bisa melacak kontribusinya sendiri.

Selama ini, Twitter bergantung pada kebijaksanaan perusahaan dalam menangani misinformasi. Twitter biasanya menghubungkan diri mereka dengan situs web yang dikenal dan dapat dipercaya untuk mencari berita sebenarnya. Dengan fitur Birdwatch, Twitter bisa mengidentifikasi informasi palsu lewat kekuatan massa atau crowdsourcing. Sehingga, warga Twitter bisa membantu mengidentifikasi dan melaporkan kesalahan informasi.

Melansir Ubergizmo, pengguna bisa menggunakan fitur Birdwatch untuk menandai unggahan yang mungkin berisi informasi yang salah dan kemudian menambahkan catatan mereka sendiri ke dalamnya.

Cara ini dipercaya lebih efisien dan membantu mengurangi beban Twitter untuk mengidentifikasi kiriman posting yang berisi berita palsu. Namun, masih belum jelas apakah fitur ini bisa digunakan oleh semua pengguna Twitter atau hanya beberapa akun terpilih saja.

Twitter menolak untuk memberikan rincian mengenai rencananya untuk Birdwatch, tetapi mengkonfirmasi bahwa fitur tersebut dirancang untuk memerangi penyebaran informasi yang salah.

Melansir Tech Crunch, konsultan media sosial Matt Navarra, Birdwatch memungkinkan pengguna untuk melampirkan catatan ke tweet. Catatan itu dapat dilihat saat mengklik tombol teropong di tweet itu sendiri.

Dengan kata lain, konteks tambahan tentang pernyataan yang dibuat dalam tweet tersebut akan terbuka untuk umum. Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah mencoba mengambil sikap lebih keras terhadap tweet yang berisi pernyataan yang menyesatkan, salah, atau menghasut. 

Bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menerapkan label verifikasi fakta ke beberapa tweet ke akun yang memang melenceng dari kebijakan privasi twitter. Selain itu, Twitter menyembunyikan kicauan lain di balik pemberitahuan yang memperingatkan pengguna bahwa tweet tersebut telah melanggar aturan Twitter. Untuk mendapatkan artikel seputar teknologi atau gaya hidup, anda bisa klik disini. Jadilah nitizen yang smart, menggunakan media yang ada dengan mematuhi kebijakan.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top