SMART Environment Monitoring System

Disaat Pandemi Covid 19 pada bulan Maret – Mei 2020 berdampak kualitas udara dibeberapa kota semakin membaik.

Harapan dalam kondisi normal ketika pandemi covid 19 telah sirna, maka kualitas udara tetap bertahan baik, salah satu upaya untuk mengetahui level kualitas udara dapat diukur melalui Air Quality Monitor System (AQMS).

Mengapa kualitas udara harus diukur ?
Dwi Suryo Abdullah menyampaikan ulasannya:

Udara yang ada disekitar rumah, kawasan industri, sepanjang jalan, pusat perbelanjaan dan di persawahan mempunyai level kualitas yang tidak sama sementara udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang dibutuhkan dan dapat memengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

Untuk bisa mendapatkan udara ambien yang berkualitas baik selain dilakukan monitoring kualitas udara tentunya harus dipetakan sumber pencemar udara yang dimungkinkan bisa mempengaruhi level kualitas udara agar dapat dikelola melalui seperangkat berbasis IoT ( Internet of Things ) untuk dilakukan pemrosesan lebih lanjut baik yang pada akhirnya ditampilkan dalam layar monitor baik di Smartphone, tablet, laptop maupun personal computer, tentunya data hasil pengukuran tersebut sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan, diantaranya untuk mengetahui

Untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar yang ada di udara, level pencemaran udara di suatu daerah, kawasan pabrik/ industri atau untuk menilai keberhasilan program pengendalian kualitas udara sehingga manusia dan makhluk hidup lainnya bisa hidup sehat dikawasan tersebut.

Konsep monitoring dan pengendalian kualitas pencemar udara diperlihatkan dalam video singkat berikut, untuk informasi implementasi secara riil dapat menghubungi sales@kaltechdwimitra.com atau redaksi@smartpower.id.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top